Mungkin ini yang membuatmu menunda untuk berpacaran

Di jaman yang serba cepat ini, semua hal berubah menjadi begitu cepat. Misalnya dalam dunia teknologi, gadget-gadget yang kita lihat dari bulan ke bulan semakin lama akan semakin berubah jadi lebih cepat. Teknologi-teknologi yang dipakai pun juga semakin mendukung sehingga perubahan dapat terjadi menjadi lebih cepat. Dalam mengikuti perkembangan dunia, tentu percepatan menjadi salah satu hal yang harus dilakukan jika kita mau mengalami kesuksesan. Namun yang perlu diperhatikan, prinsip ini tidak berlaku dalam pacaran atau pernikahan.

Dewasa ini urusan pernikahan menjadi jauh lebih cepat, pasangan muda-mudi baru berkenalan langsung berpacaran dan langsung masuk dalam pernikahan. Hal ini tentu seringkali membuat pernikahan juga cepat berakhir. Cepat memulai, cepat juga berakhir. Artis-artis Indonesia juga memberikan contoh yang buruk dalam urusan pernikahan, mereka menunjukkan contoh kawin-cerai ke media yang tentu membuat masa pernikahan dianggap sebagai suatu yang gampangan.

Teman saya pernah berkata kepada saya, ketika dua manusia mulai mencoba untuk bersatu, mereka seperti kertas yang berbeda dan berusaha ditempelkan dengan lem. Jika pada akhirnya kertas itu harus terpisah kembali, tentu kedua kertas itu akan saling merobek satu sama lain. Memory-memory untuk setiap pasangan, janji-janji manis pasangan, akan terus membekas di kedua pasangan tersebut sehingga kerapkali membuat individu kesulitan untuk menemukan pasangan yang baru. Belum lagi jika pasangan tersebut sudah memiliki anak, dampak psikologi yang dialami oleh sang anak akan sangat berat.

Dengan era yang serba cepat ini, tentu keputusan untuk berpacaran atau bahkan menikah bukanlah hal yang perlu dilakukan dengan cepat. Hal ini dikarenakan dampak-dampak psikologi seperti kenangan dengan pasangan atau bahkan sampai ke anak yang dilahirkan dapat merusakkan kehidupan masing-masing pasangan. Untuk itu, berikut ada beberapa alasan yang salah dalam melanjutkan ke hubungan selanjutnya. Jika kamu menjawab iya di salah satu alasan tersebut, mungkin kamu perlu menunda pacaran atau pernikahan terlebih dahulu.

1. Saat kamu suka hanya karena cara dia mendekatimu

Wanita seringkali suka ketika didekati oleh seseorang. Ketika seseorang memberikan perhatian kepadanya, menuliskan puisi-puisi romantis atau lainnya. Hal ini normal untuk seorang wanita, namun bukan hanya karena cara dia mendekatimu lalu kamu memutuskan untuk melanjutkan hubungan. Hal ini tentu berlaku juga bagi seorang pria, jangan hanya karena dia sering mengikutimu lalu kamu segera memutuskan untuk melanjutkan hubungan. Saat melanjutkan hubungan, memiliki faktor-faktor yang perlu diperhatikan, termasuk ketika mau melanjutkan ke pacaran atau pernikahan.

Pacaran bukan hanya berbicara soal masa dimana kita suka sama suka. Namun pacaran adalah masa saat kita lebih mengenal pasangan yang kita sukai untuk menjadi pasangan hidup kita sampai mati. Di dalamnya terkandung usaha lebih untuk masing-masing pasangan agar semakin mengenal satu sama lain. Hal ini tentu menuntut perkenalan dasar antar kedua pasangan sebelum masuk ke fase pacaran ini. Sehingga, jika ingin berpacaran, pastikan kamu menyukai pasangan tersebut bukan hanya karena cara dia mendekatimu. Pastikan ada alasan-alasan lain yang menjadi alasan kenapa dia layak untuk melanjutkan ke fase hubungan selanjutnya bersamamu. Misalnya karena sifatnya yang sabar, orangnya yang ramah, kamu memang suka orang yang bisa bermain musik, atau alasan lainnya.

2. Saat kamu tidak melihat agama sebagai hal yang penting

Berpacaran berarti menyiapkan diri untuk masuk ke pernikahan. Pernikahan berbicara soal hubungan antar dua orang manusia yang akan menjalani hidupnya bersama-sama, namun bukan berarti pada saat pernikahan hanya dua orang yang akan terus berjalan bersama. Fungsi agama sebagai identitas Tuhan yang kita ikuti akan menentukan bagaimana cara hidup kita. Tentu hal ini akan menjadi sangat fatal, jika kedua pasangan yang berpacaran bahkan menikah memiliki cara hidup yang berbeda. Ingat, dalam pernikahan kedua individu akan bersatu untuk menjalani hidup bersama-sama, bagaimana bisa bersatu jika cara menjalani hidupnya saja sudah berbeda?

Tempat ibadah pun sebenarnya adalah hal yang penting untuk diperhatikan saat mau melanjutkan sebuah hubungan. Jika pasangan yang satu dengan lainnya memiliki tempat ibadah yang berbeda, ada baiknya keputusan melanjutkan hubungan dipertimbangkan lebih dalam lagi. Hal ini karena berpacaran akan membawa ke dalam pernikahan dan pernikahan akan membawa kepada keluarga yang baru. Anak yang menerima didikan orang tua akan seringkali mendapatkan pelajaran yang berbeda dari kedua orang tuanya. Hal ini dikarenakan pengajaran tempat ibadah terkadang bisa berbeda sedikit dengan tempat ibadah yang lain meskipun agama yang dipakai adalah sama. Untuk itu, menunda pacaran bukanlah langka yang buruk, namun adalah langka yang berhati-hati dalam menentukan masa depan.

3. Saat kamu masih belum dewasa

Orang yang dewasa adalah orang yang berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Jika kamu adalah orang yang dewasa, kamu akan berpikir terlebih dahulu sebelum memulai atau melanjutkan sebuah hubungan. Bahkan kamu tidak akan ragu untuk menunda keputusan berpacaran jika kamu merasa belum terlalu mengenal pasanganmu. Orang yang dewasa akan berusaha selalu melihat sisi asli pasangannya sebelum memulai ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Karena manusia saat ini seringkali menggunakan topeng itu menutupi keinginan dirinya dan membukanya ketika hubungan sudah semakin intim, terlalu terlambat.

Salah satu definisi kedewasaan yang saya sukai adalah soal sudut pandang. Orang dewasa akan berusaha melihat suatu masalah dengan berbagai sudut pandang. Orang yang dewasa akan berpikir baik dari segi ekonomi ataupun usia dalam melihat suatu hubungan. Jika kamu belum mempertimbangkan itu dalam suatu hubungan, sebaiknya kamu jangan melanjutkan hubungan tersebut terlebih dahulu. Hubungan yang dijalankan tanpa sebuah persiapan yang jelas akan berujung pada suatu kehancuran.

 

Keputusan untuk mendunda pacaran adalah keputusan yang baik. Hal ini berarti kamu tidak meremehkan sebuah hubungan yang dapat terus membekas ketika kertas (hubungan) itu robek. Sehingga keputusan untuk menunda pacaran atau pernikahan merupakan keputusan yang dilakukan oleh orang yang memikirkan masa depan. Dewasa ini sudah banyak orang yang hancur karena terlalu cepat bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu. Tugas kita sebagai orang bijak adalah belajar dari kesalahan itu dan tidak melakukannya.

Yang tadi adalah 3 alasan yang dirasa perlu diperhatikan saat melanjutkan suatu hubungan. Mungkin ada alasan lain yang sebaiknya digunakan untuk menunda pacaran? Silahkan tuliskan hal tersebut di kolom komentar ya. 😀

Artikel dengan judul Mungkin ini yang membuatmu menunda untuk berpacaran ini dipublikasikan oleh Oktobo. Terakhir diubah tanggal 2015-08-06T07:07:00+00:00.

Tinggalkan Balasan