Khusus Wanita! Menghadapi Depresi Setelah Menikah

Menghadapi Depresi Setelah Menikah

Oktobo mulai banyak berbicara tentang pernikahan semenjak mengikuti kontes SEO mengenai Iluminen.com Jakarta & Bali Wedding Photographer. Artikel kali ini mengambil topik tentang menghadapi depresi setelah menikah. Tidak peduli apakah Anda sekarang sudah menikah atau belum, setiap orang pasti ingin untuk masuk ke dalam pernikahan. Namun setelah pernikahan berlangsung, seringkali indahnya pacaran setelah menikah tidak dirasakan oleh beberapa pasangan bahkan mungkin sampai ke tahap depresi setelah menikah. Berikut Oktobo terjemahkan artikel dari PsychologyToday yang mungkin dapat membantu Anda mengatasi keraguan menjelang pernikahan yang sedang Anda hadapi.

Anda telah merencanakan pernikahan Anda selama berbulan-bulan, bahkan mungkin bertahun-tahun. Ketika hari besar datang, itu ajaib, dan sekarang hal itu telah selesai. Mungkin Anda pikir seharusnya Anda sekarang dalam keadaan bahagia seperti pengantin baru pada umumnya, tetapi Anda menemukan diri Anda merasa sedikit depresi. Jika hal tersebut terjadi pada Anda, Anda tidak sendirian. Satu dari sepuluh wanita mengalami depresi pada tahun pertama pernikahan, dan jumlah pasangan mencari konseling setelah menikah terus meningkat. Apa yang menyebabkan pasangan pengantin baru mengalami kekecewaan pada hubungan setelah menikah mereka?

Peneliti yang bernama Allison Scott dan Laura Stafford mewawancarai sekelompok pengantin baru wanita, mencoba untuk menjawab pertanyaan ini. Scott dan Stafford menemukan bahwa semua wanita ternyata merasa bosan setelah menikah; Mereka telah menyalurkan semua waktu dan energi ke dalam perencanaan hari besar mereka, dan sekarang mereka tidak yakin apa yang harus dilakukan dengan diri mereka sendiri. Tapi, menjadi bosan tidak selalu berarti menjadi depresi. Beberapa wanita mengakui bahwa mereka merasa sedikit bosan, tapi tidak depresi. Perempuan lain bosan dan depresi. Jadi apa yang membedakan kedua kelompok wanita? Pengantin yang depresi melihat pernikahan mereka sebagai tujuan akhir. Sebaliknya, pengantin bahagia melihat pernikahan mereka sebagai awal dari babak baru.

Jadi sementara mereka semua mengalami sedikit kekecewaan setelah menikah, pengantin bahagia mulai mengubah fokus mereka ke bab berikutnya dari kehidupan mereka. Pengantin yang depresi, bagaimanapun, merasa tidak pasti tentang tujuan mereka sekarang karena acara besar yang mereka rencanakan telah selesai. Wanita-wanita ini melaporkan bahwa ketidakpastian yang mereka alami pasca-pernikahan mempengaruhi daerah-daerah lain dari kehidupan mereka. Mereka mulai merasa tidak pasti tentang hubungan mereka dan bahkan identitas mereka sendiri. Siapa mereka sekarang setelah pernikahan mereka sudah berakhir? Mereka telah begitu terfokus pada hari besar sampai-sampai mereka tidak merencanakan untuk apa yang akan terjadi selanjutnya.

Jadi, bagi anda yang belum menikah, atau baru memulai prosesnya, tetaplah mengingat bahwa pernikahan Anda adalah awal dari babak baru, dan bukan tujuan akhir Anda. Pengalaman setiap orang berbeda, tapi di sini ada beberapa saran untuk membantu tetap fokus setelah hari besar Anda terlewati.

Tips Menghadapi Depresi Setelah Menikah

 

Punya waktu untuk tidak berbicara tentang pernikahan selama pertunangan Anda. Berbicara tentang rencana pernikahan memang menyenangkan, menarik, dan perlu. Tapi dengan membatasi pembicaraan soal pernikahan beberapa malam dalam sebulan, dan menghabiskan waktu berbicara mengenai topik lain dan melakukan hal-hal yang tidak berhubungan dengan pernikahan bersama-sama, Anda akan yakin untuk mempertahankan beberapa hal yang normal terjadi dalam hubungan Anda. Ini dapat membantu Anda meringankan kembali ke kehidupan nyata setelah menikah.

Rencanakan masa-masa setelah menikah. Untuk setiap lima gambar yang masuk dalam folder inspirasi pernikahan Anda, tempatkan beberapa hal menyenangkan (dan santai!) seperti liburan, resep baru, atau ide kencan malam di akhir pekan ke folder post-wedding (setelah menikah). Semua orang mengalami beberapa kekecewaan setelah menikah, tetapi jika Anda telah memberikan diri Anda hal-hal untuk di lihat kedepannya, Anda mungkin lebih bersemangat terhadap langkah berikutnya.

Bagi Anda yang sudah menikah, setelah pernikahan terjadi

Ketahui bahwa Anda tidak sendirian. Menurut psikolog, depresi setelah menikah adalah hal yang sangat umum terjadi. Jangan merasa seperti ada sesuatu yang salah pada diri Anda jika Anda merasa bosan dan sedikit sedih setelah pernikahan Anda berlangsung.

Jangan terpaku pada depresi. Merenungkan masalah hanya membuat Anda depresi lebih parah. Jika Anda merasa depresi setelah pernikahan Anda, pahami betul kenapa itu terjadi dan jangan biarkan depresi pada diri Anda mempengaruhi daerah lain kehidupan Anda. Sebaliknya, temukan sesuatu yang baru yang dapat membuat Anda merasa semangat seperti: merencanakan sebuah pesta dengan teman-teman Anda dan menempatkan porselen baru untuk digunakan atau memulai hobi baru yang pernah Anda tunda.

Katakan pada pasangan Anda bahwa Anda sedang mengalami depresi. Jika Anda bermuram durja di sekitar rumah tampak seperti keledai saat pasangan Anda mengharapkan pernikahan yang bahagia, hal itu dapat membuat Anda berdua prihatin terhadap keadaan satu sama lain. Membiarkan pasangan Anda tahu bahwa Anda hanya merasa dikecewakan setelah semua perayaan pernikahan dapat mengambil rasa bersalah dari pasangan Anda dan membantu dia mendukung Anda.

Jika Anda sudah menikah, Anda pikir Anda melihat pernikahan Anda sebagai tujuan akhir atau awal dari sebuah bab baru? Apakah Anda sudah mengalami pengalaman depresi setelah menikah? Apa yang Anda lakukan untuk membuat diri Anda merasa lebih baik? Apa yang berhasil, apa yang tidak?

Jangan lupa ceritakan pengalaman Anda supaya pembaca yang lain juga bisa belajar dari kisah hidup Anda. 🙂

Ditulis oleh: Amie M. Gordon PhD
Diterjemahkan dengan perubahan seperlunya dari: psychologytoday.com

Artikel dengan judul Khusus Wanita! Menghadapi Depresi Setelah Menikah ini dipublikasikan oleh Oktobo. Terakhir diubah tanggal 2015-06-16T05:24:40+00:00.

1 comment

Tinggalkan Balasan