Abraham Maslow dan Teori Hirarki Kebutuhan

Abraham Harold Maslow
Abraham Harold Maslow adalah salah satu tokoh penggerak di bidang psikologi. Merupakan bapak dari strengths movement yang banyak memberikan inspirasi dalam teori kepribadian. Dengan memberikan teori-teori psikologi yang sehat (healthy psychology). Pada saat ahli-ahli psikologi saat itu melihat wajah psikologi yang sakit, Maslow mempunyai anggapan, “Ada dua wajah alami manusia: yang sakit dan sehat. Jadi seharusnya ada dua wajah psikologi juga.”

Abraham Maslow dilahirkan di Brooklyn, New York, pada tanggal 1 April 1908 dan meninggal di usianya yang ke-62 tahun karena serangan jantung. Maslow menceritakan bahwa dirinya adalah seorang anak Yahudi yang tumbuh dalam lingkungan yang mayoritas dihuni oleh non Yahudi. Ia merasa terisolasi dan tidak bahagia pada masa itu. Maslow memiliki nasib yang buruk di masa kehidupannya, berjuang untuk melawan masa lalunya yang menghantui dan hubungan yang buruk dengan ibunya. Ibunya selalu menolak dirinya dan tidak pernah mencintai dirinya tanpa syarat.

Yang menarik dari Abraham Maslow, dengan kondisi masa lalunya yang begitu buruk, dia dapat mempelajari ilmu psikologi dan mengembangkannya menjadi psikologi humanistik. Dimana Maslow mencela ahli-ahli psikologi karena mereka mempelajari manusia dengan sudut pandang pesimistik dan negatif. Maslow mempunyai pandangan bahwa manusia punya potensi untuk maju dan berkembang. Hal ini merupakan wajah baru psikologi dan merupakan salah satu teori yang terus dikembangkan oleh banyak ahli psikologi sampai sekarang. Lewat ilmu inilah, muncul tokoh-tokoh lain yang terus mengembangkan sisi sehat (positif) dari psikologi.

 

Hirarki Kebutuhan Maslow

Hirarki Kebutuhan Maslow

 

Salah satu teori yang terkenal dari Abraham Maslow adalah teorinya tentang hirarki kebutuhan (hierarchy of needs). Disini Maslow mengungkapkan bahwa manusia memiliki 5 kebutuhan, sandang, pangan dan papan merupakan kebutuhan pokok yang menuruti urutan paling bawah yang dibutuhkan oleh manusia. Puncaknya adalah kebutuhan manusia untuk mengaktualisasi diri mereka. Dengan menjadi diri mereka sendiri (aktualisasi diri), manusia akan menjadi manusia yang sesungguhnya.

Psikologi humanistik dan teori kebutuhan ini merupakan ilmu yang masih kurang populer di Indonesia. Padahal ilmu ini merupakan ilmu psikologi terbaru yang membawa sisi kemanusiaan di dalam meneliti sifat dasar manusia. Oleh karena itu, mempelajari psikologi humanistik adalah hal yang penting dilakukan untuk mengembangkan ilmu psikologi di Indonesia. Lewat Oktobo psikologi ini, diharap ilmu psikologi yang sehat dapat diterima dan dipraktekkan oleh masyarakat Indonesia sehingga orang-orang Indonesia dapat lebih berkembang di dalam kehidupannya.

Referensi:

  • Discover Your Strengths. Brent O’Bannon
  • Wikipedia. http://id.wikipedia.org/wiki/Abraham_Maslow
  • Slideshare. http://www.slideshare.net/habibgrindcore/ppt-teori-pend-tugas

Artikel dengan judul Abraham Maslow dan Teori Hirarki Kebutuhan ini dipublikasikan oleh Oktobo. Terakhir diubah tanggal 2015-04-10T01:38:52+00:00.