Belajar tentang Kepribadian Manusia Yuk!

kepribadian

Kepribadian manusia merupakan salah satu topik yang menarik untuk dipelajari saat kita belajar tentang psikologi. Karena psikologi banyak berbicara mengenai manusia, maka orang-orang psikologi akan banyak menghadapi perihal soal perbedaan kepribadian manusia. Mempelajari kepribadian biasanya digunakan para ahli psikologi dan manajer untuk menentukan kepribadian orang-orang yang ingin masuk ke suatu tempat kerja atau dengan kata lain keputusan perekrutan. Bagi orang non psikologi, belajar tentang kepribadian manusia dapat bermanfaat untuk menyesuaikan tempat kerja yang sesuai dengan kepribadiannya. Masih banyak manfaat lain dari mempelajari kepribadian manusia yang nantinya dapat membuat kita berbeda dengan orang lain jika mengerti tentang ilmu ini. Oleh karena itu, kepribadian manusia merupakan salah satu topik yang penting untuk dipelajari.

Jika kita belajar kepribadian manusia, kita belajar tentang sifat (kepribadian) manusia yang berbeda-beda. Setiap manusia memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Ada manusia yang merasa lebih hidup jika dia dikumpulkan di perkumpulan yang ramai, ada juga manusia yang lebih suka dengan suasana yang tenang atau bahkan sedikit orang. Jika kita bisa melakukan positioning yang tepat pada seseorang, maka kita dapat membuat manusia berkembang dengan baik ataupun sebaliknya, jika positioning kita keliru, maka yang berlaku adalah sebaliknya.

Kepribadian manusia dipengaruhi oleh faktor turunan dan faktor lingkungan. Faktor turunan merupakan faktor dari dalam manusia yang seringkali dikaitkan dengan bentukan dari Tuhan atau turunan. Faktor lingkungan banyak berbicara soal hal-hal yang terjadi di luar saat orang itu hidup, bagaimana orang-orang di dekat kita, kondisi kita, tuntutan kita akan membentuk kepribadian kita. Masih belum ada rumus pasti yang menentukan seberapa besar pengaruh faktor turunan dan faktor lingkungan dalam menentukan kepribadian. Ada yang berpendapat kepribadian ditentukan oleh faktor turunan saja, ada juga yang merasa kepribadian hanya ditentukan oleh faktor lingkungan, namun saya lebih setuju pendapat bapak Josua Wahyudi yang mengatakan bahwa kepribadian ditentukan oleh faktor turunan dan faktor lingkungan juga.

Untuk memudahkan manusia dalam menentukan kepribadian, para ahli psikologi banyak melakukan penggolongan kepribadian. Hal ini digunakan agar kepribadian manusia yang beragam dapat digolongkan menjadi suatu kepribadian yang dapat dimodelkan. Penggolongan ini tidak sepenuhnya benar karena manusia memiliki kepribadian yang unik satu sama lain. Oleh sebab itu penggolongan kepribadian manusia merupakan penelitian yang terus dipelajari dan berubah-ubah sampai saat ini. Pada artikel kali ini, Oktobo akan mencoba membahas secara singkat penggolongan kepribadian menurut teori Galen dan teori DISC.

 

Teori Kepribadian Galen

Teori ini dikemukakan oleh Claudius Galen seorang filsuf dan dokter yang hidup pada tahun 129-200 masehi. Teori ini dikembangkan dari teori Yunani kuno yang berpendapat bahwa ada perbedaan distribusi cairan tubuh pada manusia yang merupakan representasi dari proporsi 4 elemen dasar (earth, air, fire, dan water) dalam tubuh. Dari teori tersebut Galen berpendapat bahwa terdapat perbedaan kepribadian berdasarkan proporsi banyaknya cairan tubuh. Jika Anda sering mendengar tentang Sanguinis, Phlegmatis, Koleris, dan Melankolis; maka sebenarnya Anda sedang membahas tentang teori Galen.

 

Teori Galen

Teori Galen – Sanguinis, Phlegmatis, Koleris, Melankolis

 

Sanguinis atau yang biasa digambarkan dengan istilah populer berbicara soal kepribadian yang senang diperhatikan. Tipe ini senang diperhatikan sehingga orang dengan tipe ini suka untuk tampil di dalam kelompok dan menjadi pusat perhatian. Biasanya sanguinis merupakan pribadi yang cerewet dan senang untuk bercerita.

Phlegmatis atau yang biasa digambarkan dengan istilah cinta damai berbicara soal kepribadian yang senang damai. Karena suka dengan kondisi yang damai, tipe ini biasanya suka dengan kondisi netral, mudah mengikuti pendapat seseorang. Kepribadian ini biasanya tidak terlalu menjadi pusat perhatian dalam kelompok, namun jika ada konflik dalam suatu kelompok, phlegmatis akan berperan penting untuk menciptakan kedamaian dalam kelompok tersebut.

Koleris atau yang biasa digambarkan dengan istilah si kuat berbicara soal kepribadian yang senang memimpin atau mengatur. Karena senang memimpin ataupun mengatur, kepribadian ini sering terlihat sebagai pemimpin dalam kelompoknya. Sifat yang bossy pada Koleris membuat kepribadian ini biasanya menjadi salah satu penentu keputusan dalam sebuah kelompok meskipun kepribadian ini bukan merupakan pemimpin secara posisi dalam kelompok.

Melankolis atau yang biasa digambarkan dengan istilah sempurna berbicara soal kepribadian yang perfeksionis. Karena berusaha mencapai kondisi yang sempurna, Melankolis merupakan tipe yang senang berpikir. Melankolis akan berpikir dan mencermati segala sesuatu agar kondisi yang dicapai adalah kondisi yang perfect. Dalam kelompok, melankolis merupakan tipe yang mengeluarkan pendapat dengan berbagai pertimbangan yang membuat kelompok dapat menentukan keputusan dengan tepat.

 

Teori DISC

William Moulton Marston merupakan orang yang mengemukakan teori ini melalui bukunya yang berjudul The Emotions of Normal People. Buku ini diterbitkan pada tahun 1926 dengan mengemukakan empat faktor penting dalam mengukur kepribadian. Faktor penting tersebut adalah Dominance, Influence, Steadiness dan Compliance atau yang biasa disingkat menjadi DISC.

Setahu saya, teori DISC ini merupakan teori yang saat ini banyak dipakai di Indonesia. Baik saya lihat di lapangan kerja ataupun pengajaran-pengajaran, teori DISC merupakan teori kepribadian yang paling banyak saya jumpai. Belum jelas kenapa teori kepribadian ini banyak dibahas di Indonesia, kemungkinan hal ini dikarenakan kemudahan dalam mengukur dan menentukan kepribadian dengan teori ini.

Jika dibandingkan dengan teori Galen, menurut saya, teori DISC ini ternyata memiliki kemiripan dengan teori Galen. Berikut akan dijelaskan secara singkat gambaran umum dari sifat-sifat yang dimiliki oleh DISC. Jika Anda membutuhkan penjelasan yang lebih detail, Psikologi-artikel telah membantu menjelaskan teori DISC ini dengan lebih detail pada tulisannya yang berjudul “DISC Profile” (lihat referensi).

 

Teori DISC

Teori DISC – Dominan Intim Stabil Cermat

 

D yang berarti Dominance atau Dominan, memiliki sifat yang dominan. Karena sifatnya yang dominan, orang dengan tipe ini memiliki sifat yang tegas, susah untuk merubah pendapat. Orang dengan tipe ini memiliki ketakutan terbesar yaitu takut dimanfaatkan orang lain. Mungkin jika dibandingkan dengan teori Galen, Dominan hampir sama dengan Koleris.

I yang berarti Influence atau Intim, memiliki sifat yang bersifat mempengaruhi. Karena sifatnya yang senang mempengaruhi, orang dengan tipe ini memiliki sifat yang persuasif, senang mempengaruhi orang lain. Orang dengan tipe ini memiliki ketakutan terbesar yaitu penolakan. Mungkin jika dibandingkan dengan teori Galen, Intim hampir sama dengan Sanguinis.

S yang berarti Steadiness atau Stabil, memiliki sifat yang stabil. Karena sifatnya yang stabil, orang dengan tipe ini memiliki sifat yang tenang, merupakan pendengar yang baik dan tidak suka dengan perubahan. Orang dengan tipe ini memiliki ketakutan terbesar yaitu kehilangan rasa aman. Mungkin jika dibandingkan dengan teori Galen, Stabil hampir sama dengan Phlegmatis.

C yang berarti Compliance atau Cermat, memiliki sifat yang cermat. Karena sifatnya yang cermat, orang dengan tipe ini memiliki sifat yang analitis, berhati-hati serta standard kerja yang tinggi. Orang dengan tipe ini memiliki ketakutan terbesar yaitu kritik. Mungkin jika dibandingkan dengan teori Galen, Cermat hampir sama dengan Melankolis.

 

Teori Galen dan Teori DISC

Kedua teori ini (teori Galen dan teori DISC) memiliki prinsip yang hampir sama dalam menentukan kepribadian. Dalam kedua teori ini, setiap orang memiliki satu atau dua kepribadian yang dianggap merupakan kepribadiannya; cara pengukuran kedua teori ini berbeda dengan teori Big Five yang membagi kepribadian menjadi 5 dimensi. Setiap dimensi tersebut diukur tingkat kemiripannya, jika dimensi yang diukur bernilai rendah, maka dianggap dimensi yang dimiliki merupakan lawan dari dimensi yang bernilai rendah tersebut. Pembaca mungkin masih bingung dengan penjelasannya, yuk disimak pembahasan teori Big Five ini!

 

Referensi:

Artikel dengan judul Belajar tentang Kepribadian Manusia Yuk! ini dipublikasikan oleh Oktobo. Terakhir diubah tanggal 2015-07-30T03:56:33+00:00.

2 comments

Tinggalkan Balasan