Menemukan Kekuatan, Memberi Motivasi Hidup

Kekuatan - Talenta Pengetahuan dan Keahlian

Suatu kali saya pernah menghadiri suatu seminar tentang motivasi hidup. Di saat seminar tersebut berlangsung, pembicara meminta para peserta untuk menuliskan kelemahan dan kelebihan mereka di selembar kertas. Setelah semua peserta selesai menuliskannya, sang pembicara mulai bercerita bagaimana kisah hidupnya dalam memberi motivasi diri untuk membenarkan apa yang menjadi kelemahan dirinya.

Kisah tersebut merupakan kisah yang wajar terjadi apabila kita mengikuti seminar-seminar motivasi hidup. Seringkali kita diberi cerita, jika mau sukses, kita harus berusaha menghilangkan apa yang menjadi kelemahan-kelemahan kita. Kita harus melawan rasa malas yang ada pada diri kita agar dapat menghilangkan kelemahan yang ada pada diri kita. Pendapat tersebut mungkin bisa dikatakan benar bisa juga dikatakan salah.

Kenapa bisa dikatakan benar?

Memang kelemahan adalah salah satu faktor penganggu untuk kita mencapai kesuksesan. Misal nih, jika kelemahan kita adalah persoalan sulit berkomunikasi, maka kita akan menjadi orang yang susah untuk mengambil hati seseorang. Padahal kita tahu, salah satu cara untuk meningkatkan motivasi diri pada seseorang adalah dengan mengambil hatinya terlebih dahulu. Sampai contoh tersebut, pendapat untuk mengurangi kelemahan bisa dikatakan benar.

Namun menjadi salah ketika kita bepikir untuk menjadi manusia yang serba bisa. Kita berkata “wah aku tidak bisa kimia, wah aku tidak bisa menulis fisika, wah aku tidak bisa biologi, maka berarti aku harus bisa kimia, fisika dan biologi.” Nah, sampai contoh inilah baru pendapat untuk mengurangi kelemahan adalah suatu kesalahan.

 

Teori tentang kekuatan

 

Dalam buku discover your strengths, Brent O’Bannon menuliskan bahwa ada tiga hal yang mendasari kekuatan. Yang kedua adalah pengetahuan (knowledge) dimana kekuatan ini didapatkan dari pengetahuan-pengetahuan yang kita dapatkan. Kita belajar dengan membaca buku, melihat video, mendengarkan seminar atau kegiatan lainnya yang membuat kita semakin tahu. Yang ketiga adalah keahlian (skill) dimana kekuatan ini didapatkan saat kita mengubah informasi yang kita dapat menjadi suatu keahlian. Misalnya orang yang tahu tentang komputer, dia bisa merubah pengetahuan itu menjadi keahlian dalam pemrograman, design web atau lainnya yang berhubungan dengan komputer. Kedua faktor ini merupakan faktor penting yang mendasari suatu kekuatan pada seseorang sehingga Ia memiliki kelebihan.

Lalu ada apa dengan faktor pertama? Faktor pertama ini merupakan faktor yang sangat penting namun seringkali diabaikan oleh banyak orang. Berbeda dengan pengetahuan dan keahlian yang bisa berubah, faktor pertama ini tidak bisa berubah namun sudah ada sejak lahir, faktor pertama ini sering disebut dengan istilah talenta. Nilai-nilai kita bisa berubah, keahlian kita bisa berubah, tingkah laku kita bisa berubah, namun talenta tidak akan bisa berubah.

 

Talenta, anugrah dari sang Pencipta

 

Talenta adalah kelebihan yang kita dapatkan dari sejak lahir oleh sang Pencipta. Kita bisa memilih apa yang mau kita pelajari, kita bisa memilih apa yang mau kita latih, tapi kita tidak bisa memilih apa yang akan menjadi talenta kita, karena hal itu kita dapatkan dari sejak lahir. Donald Clifton berpendapat bahwa kekuatan inti (talenta) manusia sudah diatur pada waktu manusia lahir, meskipun manusia terus tumbuh dan berkembang.

Seringkali, kita tidak memperhatikan apa yang menjadi talenta kita dan hanya berfokus pada pengetahuan dan keahlian. Oleh karena itulah muncul istilah potensi pada kamus besar Bahasa Indonesia yang berarti: “kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan.” Terkadang ketika kita mempunyai kemampuan terhadap sesuatu, bukannya berfokus terhadap kemampuan tersebut dan memupuknya dengan pengetahuan dan keahlian; kita justru memendam talenta tersebut dan memupuk pengetahuan dan keahlian terhadap hal-hal yang menjadi kelemahan kita. Oleh karena itu, seringkali kita menjadi manusia yang kurang motivasi diri karena kita berusaha berkembang tidak sesuai dengan talenta kita. Untuk itulah, seharusnya kita menemukan kekuatan (potensi) yang ada pada diri kita dan menjadi ahli sesuai dengan talenta kita tersebut.

Coba bayangkan seekor rajawali sedang terbang tinggi di udara, Ia melihat ke bawah dan melihat ikan-ikan sedang asyik berenang di laut. Rajawali tersebut merasa iri dengan ikan-ikan itu dan segera terbang ke bawah untuk berenang. Lalu apa yang terjadi? Kita pasti tahu pada akhirnya rajawali tersebut pun akan tenggelam dan mati. Demikian juga yang terjadi pada kita jika hanya berfokus kepada keahlian yang tidak sesuai dengan talenta kita. Kita mungkin akan sama dengan rajawali tersebut, bukan mati secara fisik tapi mati secara potensi. Seharusnya rajawali tersebut bisa sukses terbang dengan sayap mengelilingi dunia, namun karena rajawali itu kepengin bisa berenang, rajawali tersebut mati.

 

Menemukan kekuatan, memberi motivasi hidup

 

Ketika kita sudah menemukan kekuatan kita dan berkembang di dalamnya, kita akan mendapatkan motivasi hidup yang sesungguhnya. Menurut Abraham Maslow pada teori hirarki kebutuhan, orang yang sampai ke puncak kebutuhan tertinggi yaitu aktualisasi diri adalah orang yang nyaman dengan realita dan memiliki pandangan yang jelas akan realita. Mereka adalah orang yang tahu tentang kondisi dunia ini namun tetap nyaman dengannya, kenapa demikian? Karena mereka sudah mengerti tentang hidup mereka. Mereka tidak takut ataupun khawatir karena kekuatan pada mereka menjadi kunci kesuksesan mereka. Dengan mengejar talenta kita serta memenuhinya, kita dapat mencapai tingkat kebutuhan aktualisasi diri ini sebagaimana yang dikatakan oleh Abraham Maslow.

Jadi, jika kita berbicara soal kelemahan dan kelebihan, kita boleh-boleh saja untuk berbicara perihal mengurangi kelemahan. Namun jangan lupakan kebutuhan yang terpenting yaitu untuk berbicara perihal meningkatkan kelebihan. Apa kelebihan Anda? Jika Anda belum tahu apa kelebihan Anda, Anda perlu menggali potensi diri untuk menemukan apa yang menjadi kelebihan Anda. Jika Anda sudah menemukan kekuatan (kelebihan) anda dan berkembang di dalamnya, itulah kunci sesungguhnya untuk mendapatkan motivasi hidup. Sukses bisa kita capai tanpa kita terlalu berjerih payah. Lewat hal inilah baru kita bisa berkata, not work hard but work smart!

 

Referensi:

  • Discover Your Strengths. Brent O’Bannon

Artikel dengan judul Menemukan Kekuatan, Memberi Motivasi Hidup ini dipublikasikan oleh Oktobo. Terakhir diubah tanggal 2015-10-13T05:52:09+00:00.

Tinggalkan Balasan